Newsnow.id, Batam – Mimpi Pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim telah berjalan hampir dua (2) tahun sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 30 Mei 2024.
Hal itu terungkap dalam laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan BP Batam Tahun 2024 yang dirilis November 2025.
Dikutip dari laporan BPK yang dilansir November 2025, pembongkaran gudang kargo lama merupakan prasyarat untuk memulai pekerjaan Terminal 2A.
Pekerjaan tersebut wajib dimulai paling lambat 30 hari setelah pembongkaran.
Namun, agar pembongkaran dapat dilakukan tanpa mengganggu pelayanan jasa kargo, diperlukan terminal kargo baru yang sudah beroperasi penuh. BP Batam telah membangun gudang kargo baru di area bandara pada tahun 2022 dengan anggaran Rp 116 miliar lebih.
Masalahnya, BP Batam belum melengkapi fasilitas penting seperti mesin x-ray multiview, peralatan pendeteksi bahan peledak, dan inlet roller dengan anggaran Rp 31 miliar lebih.
Kondisi itu berdampak pada belum dioperasikannya gudang kargo baru oleh PT BIB karena serah belum terlaksana akibat kekuranglengkapan fasilitas tersebut, sehingga berimbas pula pada proyek besar pembangunan Terminal 2A yang tak kunjung dimulai.

Changi Singapura Malaju dengan Terminal 5
Kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor PKS 47/SPJ/KA/12/2021 dan 0001/BIB/2021 tertanggal 21 Desember 2021, yang kemudian diamandemen pada 24 Juni 2022.
Kerja sama dengan skema KSP (Kerja Sama Pemanfaatan Aset) dan KSPI (Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur) ini berjangka 25 tahun.
Dalam perjanjian, BP Batam bertindak sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK), sementara PT Bandar Udara Internasional Batam (BIB) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP).
PT BIB diwajibkan melaksanakan pekerjaan pengembangan terminal, termasuk pembangunan Terminal 2A dengan nilai investasi mencapai Rp 2,8 triliun, sesuai financial model yang telah disepakati.
Anehnya, meski perjanjian telah jelas menyatakan bahwa pembangunan Terminal 2A harus dimulai paling lambat 30 hari setelah pembongkaran gudang lama, kenyataannya hampir dua tahun berlalu, gudang kargo lama masih berdiri.
Pertanyaan besar yang mengemuka: Sampai kapan proses ini akan terbengkalai?
Sementara itu Singapura tengah membangun Terminal 5 yang akan selesai tahun 2030. Terminal ini dikabarkan menjadi terminal penerbangan reguler komersial ekslusif bagi perusahaan penerbangan Singapura.
Pembangunan telah dimulai 14 Mei 2025. Terminal 5 Bandara Changi dirancang dapat menampung sekitar 50 juta penumpang per tahun.
Bandara Changi, selama tahun 2025 dengan Terminal 1, 2, 3 dan 4, telah melayani 68,98 jutaa penumpang.
Sementara Terminal 1 Bandara Hang Nadim Batam, baru melayani 135 ribu penumpang di tahun yang sama.
Atas temuan BPK, BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Kabiro Humas BP Batam, Muhamad Taofan namun belum ada respons. (Red)
Sumber: Batamnow.com

