Newsnow.id, Batam – Seorang pengusaha di Batam berinisial IC (52) terpaksa melapor ke Ditreskrimsus Polda Kepri setelah dana perusahaan sebesar Rp4,38 miliar di rekening Bank CIMB kawasan Sei Panas tiba-tiba hilang. Ironisnya, uang miliaran rupiah itu berpindah ke sejumlah rekening lain hanya dalam waktu sekitar 40 menit.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, perusahaan yang berlokasi di Batamcenter tersebut menjadi korban setelah dana dalam rekening perusahaan raib secara misterius tanpa persetujuan maupun pemberitahuan sebelumnya. Kasus ini kini ditangani Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kami terima, lagi proses lidik,” ujarnya singkat, Rabu (25/2/2026) siang. Ia menjelaskan, laporan resmi telah diterima sejak pekan lalu.
Penyidik siber saat ini fokus menelusuri aliran dana dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam transaksi mencurigakan tersebut. “Masih didalami, perkembangan akan diinfokan kembali,” katanya. Dalam dokumen laporan, korban tercatat sebagai pengusaha berinisial IWC (59).
Ia melaporkan dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) setelah mendapati dana perusahaan di rekeningnya hilang tanpa otorisasi. Laporan tersebut terdaftar dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTPL) Nomor: STTPL/B/22/II/2026/SPKT/Polda Kepulauan Riau tertanggal 13 Februari 2026 pukul 17.08 WIB.
Nilai kerugian yang dilaporkan mencapai Rp4,38 miliar, angka yang memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha Batam. Sementara itu, pihak Bank CIMB cabang Sungai Panas saat dimintai konfirmasi belum memberikan keterangan resmi. Petugas keamanan di lokasi menyarankan agar konfirmasi dilakukan melalui surat resmi.
Kepala Area Kepri CIMB Niaga, Sim Siang, saat dikonfirmasi menyatakan akan melakukan pengecekan ke kantor pusat. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan berada di bawah kewenangan langsung kantornya. “Kita akan konfirmasi ke pusat terkait kejadian ini,” katanya. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi memastikan akan mengusut tuntas aliran dana dan menelusuri jejak digital transaksi yang terjadi dalam hitungan menit tersebut. (Int)

