Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pengusaha Nakal Impor Beras di Batam akan di Tindak Tegas
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri
23/Okt/2026
DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS
22/Okt/2026
Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar
22/Okt/2026
Terdakwa Kera
22/Okt/2026
Terdakwa Kera.
22/Okt/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pengusaha Nakal Impor Beras di Batam akan di Tindak Tegas

Oleh: Editor Terbit: 20/Jan/2026
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman. Int

NewsNow.id, Batam – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menyatakan akan menindak tegas pengusaha nakal di Batam yang melakukan impor beras meski Indonesia telah swasembada.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan kedaulatan pangan.

“Kita setengah mati berjuang untuk berdaulat pangan, untuk swasembada pangan. Mereka mengkhianati perjuangan kita. Itu ditindak tegas. Nggak ada kompromi bagi mereka. Kami sudah turun tadi ke lapangan. Nggak boleh impor beras, kita sudah sesembada. Stok kita melimpah,” kata Amran menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Aston, Batam, Senin (19/01/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai memberikan arahan kepada seluruh bupati se-Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston.

Ia juga menjelaskan soal tingginya harga beras seperti di Kota Batam yang beberapa waktu ini telah menembus harga eceran tertinggi (HET).

Lihat Juga |  Ketum PKN Pastikan Anas Urbaningrum Bongkar Borok KPK di Era SBY

“Itu harga karena distribusi,” ucap Amran.

Ia menegaskan bahwa stok beras masih banyak, dan tak seperti biasanya kini beras bukan penyumbang inflasi.

“Bukan beras penyumbang inflasi. Saya ulangi, bukan beras penyumbang inflasi yang biasanya penyumbang inflasi tertinggi. Coba cek. Jadi, kita menggunakan data. Jangan menggunakan perasaan. Kok ada yang naik? Iya. Tetapi sekarang kita stok kita banyak,” ungkap Amran.

Ia juga menyoroti kejanggalan distribusi di Kepulauan Riau, di mana Tanjungpinang yang tidak memiliki lahan sawah malah mengirim beras ke Sumatera Selatan yang berlebih stok beras.

“Padahal Palembang surplus 1,1 juta. Saya ulangi, yang tidak punya beras mengirim beras ke yang banyak beras. Menurut Anda bagaimana?” ujarnya.

Mentan Ajak Distributor Cintai Produk Dalam Negeri

Menanggapi keluhan distributor di Batam terkait margin dan kualitas beras Bulog yang didatangkan dari Sulawesi, Amran mengajak semua pihak untuk mencintai produk dalam negeri.

Lihat Juga |  Turnamen Golf Charity 2023 di HUT KADIN DKI Jakarta Bawa Misi Kemanusiaan

“Eh jangan cerita kualitas, itu beras anak negeri. Oke, beritahu mereka: kamu cintai Merah Putih. Sampaikan ya, cintai Merah Putih. Ini adalah kita ingin berdaulat pangan,” kata Amran.

Dalam Setahun Tercapai Swasembada Pangan

Mentan menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Dari target empat tahun, swasembada pangan berhasil dicapai hanya dalam setahun. Ke depan, pemerintah akan memfokuskan kebijakan pada hilirisasi komoditas pertanian bernilai tinggi.

Amran mengapresiasi dukungan para kepala daerah yang dinilai berperan besar dalam percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah karena supportnya bupati wali kota se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu 1 tahun,” ujarnya.

Lihat Juga |  Begini Cara Dapatkan Subsidi Motor Listrik Rp 7 Juta Khusus Volta, Gesits, dan Selis

Menurut Amran, pemerintah kini akan memprioritaskan hilirisasi komoditas pertanian yang memiliki permintaan tinggi di pasar global guna meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita, terutama sektor yang demand-nya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mente, dan seterusnya,” jelasnya.

Amran juga menegaskan kesiapan pemerintah untuk turun secara total dalam menangani daerah terdampak bencana, sesuai arahan Presiden.

“Kami paham bagaimana kesulitan saudara-saudara kita. Sejak awal, Kementerian Pertanian peduli, itu mengirim bantuan itu kurang lebih Rp 75 miliar. Itu pribadi pegawai kementerian bersama mitra. Kemudian kami sebagai Kepala BaPenas, sudah mengirim ke tiga provinsi Rp 1,2 triliun atas perintah Bapak Presiden. Insya Allah pangan kami siapkan tiga kali lipat di tempat bencana,” tukasnya. (H)

Sumber : BatamNow.com

Baca Juga

Polemik Ayu Aulia Menggantung? Ketua PWI Batam Desak Klarifikasi Resmi PWI Kepri

DLKR/DLKP Batam Masih di-Review? Saksi KSOP Beri Keterangan di Sidang PT MIS

Mahasiswa ITEBA Di-DO, Kevin Mengadu ke PWI Kepri, Rektor Ajukan Rekonvensi Rp1,35 Miliar

Terdakwa Kera

Terdakwa Kera.

Editor 20/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?