Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Bulog Siap Pasok, Distributor Menutup Pintu
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar
25/Jul/2026
Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam
26/Jun/2026
Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara
26/Jun/2026
Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026
26/Jun/2026
Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas
26/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Bulog Siap Pasok, Distributor Menutup Pintu

Oleh: Editor Terbit: 9/Jan/2026

Newsnow.id – Sejumlah distributor beras di Batam disebut tidak merespons tawaran Perum Bulog Batam yang berencana memasok beras premium hasil pertanian domestik dari sentra produksi nasional.

Kondisi ini memunculkan dugaan masih kuatnya peran tengkulak serta praktik impor beras ilegal ke Batam.

Kepala Bulog Batam, Guido XL Periera, membenarkan minimnya respons distributor tersebut saat dikonfirmasi NewsNow.id di kantornya kawasan Pelita, Batam, Kamis (08/01/2026).

“Kami sudah menawarkan pasokan beras premium domestik, tetapi respons dari para distributor nyaris tidak ada,” ujar Guido.

Antisipasi Stok Jelang Nataru
Guido menjelaskan, rencana Bulog Batam mendatangkan beras premium dari Gudang Bulog Sidrap dan Pare-Pare, Kanwil Bulog Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Barat) merupakan langkah antisipatif menghadapi indikasi penurunan stok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah tersebut diambil setelah Bulog mencermati kenaikan harga beras premium di tingkat eceran yang sempat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) jelang Nataru.

Sebagai informasi: HET beras premium nasional ditetapkan sebesar Rp 15.400 per kilogram (Kg).

Saat jelang Nataru, harga di sejumlah pasar Batam sempat menyentuh Rp 16.000/Kg.

Lihat Juga |  Kapolsek Batu Aji: Tidak Menemukan Minyak Mentah di Kapal Elsa Regent

“Perencanaan pasokan beras produksi pertanian dalam negeri dilakukan dengan mekanisme pengawasan yang baku dan merupakan penugasan langsung dari Bulog Pusat, yang berada di bawah koordinasi Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas),” jelas Guido.

Alasan Distributor : Stok Diklaim Cukup
Menurut Guido, distributor yang tidak merespons beralasan bahwa mereka masih memiliki stok beras yang cukup, yang disebut-sebut dipasok dari Karawang dan Bekasi.

Namun, klaim tersebut justru menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat dan masyarakat, mengingat harga beras premium sempat bergerak naik dan pasokan Bulog ditawarkan dengan harga di bawah HET.

“Secara logika pasar, seharusnya tawaran Bulog dengan harga lebih terkendali itu diminati,” kata salah satu pemerhati pangan di Batam.

Namun dugaan distributor di bawah kendali jaringan tengkulak, mereka harus mengikuti sistem yang ditentukan yang ada.

Dua Jenis Beras, Dua Sumber Berbeda
Jalil, warga Batam yang mengaku memiliki pengalaman mengidentifikasi kualitas beras, menyebut beras premium Bulog secara visual berbeda dengan beras asal Vietnam yang kini diduga beredar luas di pasar Batam dengan berbagai merek dan kemasan.

Lihat Juga |  Perjudian Marak Lagi di Batam (Kepri). Irjen Pol Dedi Prasetyo: Perintah Kapolri Tutup

“Kalau dilihat dari bentuk, warna, dan aroma, beras Bulog beda dengan beras Vietnam yang sekarang banyak dijual, terlepas dari mana yang dianggap lebih baik,” ujar Jalil.

Dugaan Impor Ilegal Kembali Menguat
Sejumlah laporan media daring dan hasil penelusuran jurnalis sebelumnya menyebutkan bahwa dugaan impor beras ilegal dari Vietnam ke Batam masih berlangsung, meskipun pengawasan lalu lintas barang berada di bawah BP Batam.

Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Rully Syah Rizal, sebelumnya telah menegaskan tak pernah mengeluarkan persetujuan pemasukan beras impor.

Namun, tak responsnya distributor terhadap pasokan Bulog Batam dengan harga lebih murah dinilai semakin menguatkan dugaan masih bercokolnya mafia impor beras yang berkelindan dengan jaringan tengkulak lokal.

Desakan Pengawasan Nasional
Ketua Pemerhati Harga Sembako Batam, Paramulia SH, meminta pengawas ketahanan pangan nasional dan aparat terkait untuk memberi atensi serius terhadap dugaan impor beras ilegal melalui Batam.

Lihat Juga |  Kronologi Kasus Perkara Sabu Hampir 2 Ton; Jaksa Batam Tuntut Hukuman Mati

“Jika benar impor ilegal masih terjadi, ini sangat berbahaya karena bisa mengganggu stabilitas ketahanan pangan nasional dan merusak harga pasar yang sedang dijaga pemerintah,” tegas Paramulia.

Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH mengatakan, kasus ini menunjukkan bahwa persoalan pangan di Batam bukan semata soal ketersediaan, melainkan juga distribusi, kepentingan bisnis, dan potensi praktik ilegal.

“Ketika beras domestik tersedia dan ditawarkan di bawah HET, tetapi justru tidak diserap pasar oleh distributor maka pertanyaan tentang masih masuknya beras dari luar negeri ke Batam, masih relevan,” ucapnya.

Panahatan menegaskan, aparat atau tim satgas pangan harus turun mencari jejak arus masuk beras ke Batam.

“Benarkah beras premium dari Krawang dan berapa jumlahnya bisa dilacak dari jalur pelayaran dan lainnya,” katanya.

Menurut Guido, kini, stok beras medium di gudang Bulog Batam mencapai 2.500 ton. Sementara konsumsi beras premium mendominasi di Batam.

Dan proses pasokan beras dari Sulawesi untuk sementara belum berjalan.

Baca Juga

Wisudawan IPDN Akan Dilantik Mendagri. Alumni SMAN 1 Batam, Raih Peringkat Sepuluh Besar

Satgas Percepat Penanganan Kontainer Limbah di Batam

Bea Cukai Batam Ajak Media Kawal Penerimaan Negara

Tarif Penyeberangan Batam-Bintan Diskon hingga 30 Persen, Periode 20 Juni-5 Juli 2026

Di Tengah Turunnya Daya Saing Indonesia di IMD WCR, Dr Ampuan Situmeang SH MH Pertanyakan Kenaikan Tarif Peti Kemas

Editor 9/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?