Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Untuk gabung Dewan Perdamaian Trump, Indonesia putuskan bayar iuran sukarela Rp16,7 T
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Gadai Emas di BRK Syariah Jadi Pilihan Tepat Masyarakat dari Jerat Rentenir
13/Jun/2026
Kasus Terdakwa Dju Seng Merusak Berhektare Mangrove Tanjung Gundap
13/Jun/2026
Label “Blacklist” Berujung Laporan Polisi, Lintong Tegaskan Semua Warga Setara di Mata Hukum
13/Jun/2026
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Untuk gabung Dewan Perdamaian Trump, Indonesia putuskan bayar iuran sukarela Rp16,7 T

Oleh: Editor Terbit: 28/Jan/2026
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menandatangani Piagam Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump

Newsnow.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia memutuskan ikut berpartisipasi membayar iuran sukarela bagi negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam upaya penyelesaian konflik Gaza.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan keputusan tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai rencana iuran bagi anggota Dewan Perdamaian yang disebut mencapai 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp16,7 Triliun.

“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” kata Sugiono dikutip Kompas.com dalam konferensi pers usai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/1).

Sugiono menegaskan, kontribusi yang diberikan Indonesia bukan merupakan syarat keanggotaan Dewan Perdamaian. Menurutnya, iuran tersebut bersifat sukarela dan ditujukan untuk mendukung penyelesaian konflik, termasuk proses rekonstruksi di Gaza.

Lihat Juga |  Stranas PK: Pungli di Pelabuhan Batu Ampar Kian Merajalela, Kinerja BUP BP Batam Dipertanyakan

“Ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya bahwa pembentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya dan Palestina termasuk upaya rekonstruksi. Terus rekonstruksi siapa yang bayar? Kan seperti itu. Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Kan seperti itu,” tutur Sugiono.

“Oleh karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ yang tentu saja ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap,” lanjutnya.

TUJUAN INDONESIA BERGABUNG

Sugiono kembali menekankan bahwa iuran tersebut tidak bersifat wajib bagi setiap negara anggota Dewan Perdamaian.

“Enggak, enggak (wajib). Itu semua negara yang diundang itu entitled untuk menjadi member selama tiga tahun. Itu bunyi charter-nya. Tapi kalau misalnya ikut berpartisipasi satu miliar dollar itu artinya dia permanen,” jelas Sugiono.

Lihat Juga |  Piala Dunia 2022: Kejutan Maroko Singkirkan Spanyol, Portugal Menggila 6-1

Berdasarkan piagam, negara anggota Dewan Perdamaian memperoleh jatah keanggotaan selama tiga tahun sejak piagam berlaku, dengan kemungkinan perpanjangan oleh Ketua Dewan, Donald Trump.

Namun, batasan tiga tahun tersebut tidak berlaku bagi negara anggota yang menyumbangkan dana tunai lebih dari 1 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian pada tahun pertama sejak piagam mulai berlaku.

Presiden Prabowo Subianto diketahui telah menandatangani piagam pembentukan Dewan Perdamaian di sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pekan lalu.

Sugiono menjelaskan, tujuan utama Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian adalah untuk mengawal agar arah kebijakan organisasi tersebut tetap sejalan dengan tujuan besar Indonesia, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya Solusi Dua Negara.

Lihat Juga |  KPK Minta Erick Thohir Evaluasi Anak Perusahaan BUMN, Buntut Kasus Dirut Farmalab?

Kehadiran Indonesia juga dipandang penting untuk memberikan masukan, saran, serta pengaruh politik agar kebijakan yang diambil Dewan Perdamaian bersifat nyata dan berkelanjutan.

Kementerian Luar Negeri menyampaikan bahwa Indonesia memandang Dewan Perdamaian sebagai mekanisme sementara untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil di Gaza, yang telah terdampak konflik selama dua tahun terakhir.

Sumber : https://www.cna.id/indonesia/

Baca Juga

Gadai Emas di BRK Syariah Jadi Pilihan Tepat Masyarakat dari Jerat Rentenir

Kasus Terdakwa Dju Seng Merusak Berhektare Mangrove Tanjung Gundap

Label “Blacklist” Berujung Laporan Polisi, Lintong Tegaskan Semua Warga Setara di Mata Hukum

Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Editor 28/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisHukum & KriminalPilihan RedaksiPolitikTeknologi

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Editor Oleh: Editor 11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Kasus Terdakwa Dju Seng Merusak Berhektare Mangrove Tanjung Gundap
Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?