Newsnow.id, Batam – Kebakaran kapal di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batam.
Pantauan Newsnow.id di lokasi, tiga unit mobil Damkar dikerahkan ke PT ASL Shipyard untuk memadamkan api yang melalap bagian dek atas kapal.
Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo mengatakan kebakaran kapal Elsa Regent milik PT Elnusa Trans Samudera itu berhasil dipadamkan sekira pukul 16.00 WIB.
“Tidak ada Ledakan, karena tidak ada kegiatan di atas. Dari K3 menyatakan tidak ada korban atas kejadian ini,” jelasnya kepada wartawan di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia.
Menurut Bayu, kapal Elsa Regent yang biasa digunakan untuk survei kelautan itu sudah lima tahun parkir di galangan kapal PT ASL sebelum terjadi kebakaran.
Soal informasi dugaan kapal memuat minyak mentah, ia belum bisa memastikan.
“Informasi itu saya belum dapat. Coba saya selidiki lagi. Tapi dari PT bilang kapal ini ada sebelum parkir di sini tugasnya survei-survei begitu, mungkin survei kabel serat optik di dalam laut. Tadi dari pihak ASL menyatakan seperti itu,” terang Bayu.
Di lain kesempatan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Diky Wijaya mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 14.00 WIB.
Ia mengatakan, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kebakaran kapal Elsa Regent.
Kini pengawas masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebarakan kapal Elsa Regent.
“Kapal tersebut sudah cukup lama, sudah tiga tahun di dok, di PT ASL,” terangnya.
“Penyebabnya masih kita selidiki apakah hasil residu uap karena memang kapal itu bekas kapal muatan minyak mentah,” tambahnya.
Diky menyebutkan, Disnakertrans Kepri akan terus mengawasi pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di PT ASL Shipyard Indonesia.
“Intinya kami dari Dinas Tengah Kerja Provinsi Kepulauan Riau, pengawasan, selalu melakukan pengawasan secara efektif dalam pelaksanaan K3 yang ada di PT ASL,” ujarnya.
Diberitakan, sudah beberapa kali terjadi ledakan maupun kebakaran kapal di PT ASL Shipyard.
Sebelum ini, MT Federal II meledak di PT ASL Shipyard terjadi pada 15 Oktober 2025 dan menewaskan 14 pekerja.
Kapal yang sama, juga meledak pada 24 Juni dan menewaskan empat orang. Dua orang ditetapkan tersangka dalam kasus ledakan pertama dan kini dalam proses persidangan. (H)
Sumber : Batamnow.com

