Newsnow.id, Batam – Mulai hari ini, Kamis (12/03/2026), operator feri pelayaran internasional di Kota Batam menerapkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) sebesar Rp 65 ribu per penumpang tujuan Singapura.
Sementara keberangkatan dari Singapura menuju Batam, dikenai biaya SGD 6 atau setara Rp 79.506 (SGD 1 = Rp 13.251, kurs 12 Maret 2026).
Pantauan Newsnow.id di Pelabuhan Internasional Batam Center, biaya tambahan itu sudah berlaku mulai hari ini.

Marketing Executive BatamFast, Anisa Choirany membenarkan adanya penerapan fuel surcharge namun bukan kenaikan harga tiket.
“Yang naik bukan harga tiket, jadi ada penambahan fuel surcharge yaitu biaya tambahan bahan bakar. Betul, untuk jumlahnya untuk keberangkatan Batam-Singapura sebesar Rp 65.000 dibayarkan saat check-in di counter. Terpisah dengan tiket ya,” ujar Anisa, Kamis (12/03/2026).
“Pembayaran fuel surcharge ini dilakukan saat penumpang jemput boarding pass-nya di counter dan mulai berlaku hari ini,” lanjutnya.
Mengenai impelementasi fuel surcharge itu juga diumumkan oleh operator feri BatamFast lewat akun Instagram resminya.
Dalam daftar rute, tidak ada pengenaan fuel surcharge untuk feri Batam tujuan Malaysia. Selengkapnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:
Operator pelayaran Majestic Fast Ferry juga telah mengedarkan surat pemeberitahuan kepada penumpang terkait fuel surcharge.
“Akibat kenaikan harga bahan bakar baru-baru ini, biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) akan diberlakukan mulai 12 Maret 2026. Meskipun keputusan ini diambil dengan berat hati, hal ini diperlukan untuk membantu menutupi kenaikan biaya bahan bakar. Kami akan terus memantau situasi dengan cermat dan melakukan penyesuaian sebagaimana mestinya,” dikutip dari surat berbahasa Inggris oleh Majestic Fast Ferry.
Lalu dijelaskan bahwa biaya bahan bakar Rp 65 ribu akan dikenakan untuk keberangkatan dari Pelabuhan Internasional Batam Center dan Pelabuhan Internasional Sekupang di Batam, termasuk pelabuhan di Kota Tanjungpinang.

Sementara fuel surcharge SGD 6 dikenakan bagi penumpang yang berangkat dari Pelabuhan HarbourFront dan Pelabuhan Tanah Merah di Singapura.
“Ketentuan ini berlaku untuk semua tiket, termasuk tiket yang dibeli sebelum atau pada/setelah tanggal 12 Maret 2026, dan akan dikumpulkan di loket tiket kami,” jelas surat Majestic Fast Ferry.
Perang Memicu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Merangkum beberapa referensi, harga minyak dunia memang naik tajam sejak konflik antara AS–Israel dengan Iran memanas.
Konflik tersebut membuat pasokan energi global terganggu, terutama karena ketegangan di Selat Hormuz. Jalur ini biasanya dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Ketika konflik meningkat, lalu lintas kapal tanker turun drastis dan harga minyak melonjak.
Harga minyak dunia bahkan sempat melewati US$100 per barel akibat gangguan pasokan. (H)
Sumber: Batamnow.com

