NewsNow.Id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menjadwalkan rapat bersama pelaku usaha, asosiasi, dan pengguna jasa pelabuhan untuk membahas penyesuaian tarif layanan terminal peti kemas.
Pertemuan lanjutan tersebut akan digelar pada Jumat (19/06/2026), namun lokasi pelaksanaannya belum mau dipublikasikan atau masih dirahasiakan.
Pembahasan mengenai penyesuaian tarif layanan peti kemas ini telah berlangsung dalam beberapa kali pertemuan.
Namun hingga kini, belum tercapai kesepakatan antara BP Batam dengan para pemangku kepentingan.
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, membenarkan agenda rapat tersebut saat dikonfirmasi NewsNow.ID, Kamis (18/06/2026).
“Benar bahwa koordinasi dan komunikasi dengan asosiasi terus berjalan secara intensif. Sebagai bentuk keterbukaan dan komitmen kami untuk mendengar masukan pelaku usaha,” ujar Sthefani.
Ia mengatakan, pada hari ini BP Batam bersama sejumlah asosiasi terkait telah melakukan kunjungan lapangan ke Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar untuk melihat langsung kondisi operasional di lapangan.
Menurut Sthefani, hasil kunjungan tersebut akan menjadi salah satu bahan pembahasan lebih mendalam mengenai teknis serta penyesuaian tarif layanan tersebut agar menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.
Menurutnya, secara prinsip, dinamika atau ruang diskusi yang terjadi saat ini berpusat pada keselarasan antara besaran penyesuaian tarif dengan peningkatan kualitas layanan (level of service) di terminal peti kemas.
“Asosiasi dan pelaku usaha mengharapkan agar setiap penyesuaian tarif diimbangi dengan efisiensi waktu bongkar muat, modernisasi fasilitas, dan kelancaran arus barang,” jelasnya.
Katanya lagi, BP Batam memahami aspirasi tersebut dan menjadikannya sebagai prioritas dalam merumuskan kebijakan yang adil bagi penyedia maupun pengguna jasa.
Lokasi Rapat Belum Diungkap
Saat ditanya mengenai lokasi pelaksanaan rapat, apakah akan digelar di Gedung BP Batam, Sthefani belum bersedia memberikan kepastian.
“Kami mohon pengertiannya, apabila terdapat informasi yang dapat disampaikan kepada publik, BP Batam akan menginformasikannya secara resmi pada waktunya,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan pihaknya terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“BP Batam pada prinsipnya terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk asosiasi, pelaku usaha, pengguna jasa, dan operator layanan kepelabuhanan,” jelas Fary menjawab konfirmasi NewsNow.Id, Kamis (18/06).
Menurut Fary, penyesuaian tarif terminal peti kemas harus dikaji secara menyeluruh karena menyangkut dua kepentingan besar, yakni peningkatan kualitas layanan dan keberlangsungan dunia usaha yang saat ini menghadapi tekanan biaya logistik, dinamika ekonomi global, dan persaingan kawasan yang semakin ketat.
“Karena itu, setiap masukan dari pelaku usaha dan asosiasi menjadi perhatian penting BP Batam. Termasuk berbagai kekhawatiran terhadap dampak biaya logistik dan daya saing investasi Batam,” ujarnya.
Menurut Fary, BP Batam tidak akan menanggapi informasi yang bersifat individual maupun spekulatif terkait rencana usaha perusahaan tertentu.
Langkah BP Batam adalah memastikan setiap kebijakan berjalan transparan, proporsional, sesuai ketentuan, serta tetap menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan dan daya saing dunia usaha.
“Arahan pimpinan BP Batam jelas, yaitu menjaga Batam tetap kompetitif, iklim investasi kondusif, dan biaya logistik tetap efisien,” tutup Fary. (A)

