Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Aksi Massa Perdana Setelah Demo Tanjung Sengkuang
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Perpanjangan UWT Ditolak, Warga Puskopkar Pertanyakan Sikap BP Batam
4/Mei/2026
AJI: Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media
4/Mei/2026
BP Batam Jelaskan Alasan Tolak Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar
4/Mei/2026
Aksi Massa Perdana Setelah Demo Tanjung Sengkuang
4/Mei/2026
Menteri LH Janji Turun Tangan Tuntaskan 914 Kontainer Limbah Elektronik di Batam
2/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Aksi Massa Perdana Setelah Demo Tanjung Sengkuang

Oleh: Editor Terbit: 4/Mei/2026
Jurnalis, aktivis dan masyarakat sipil di Kota Batam memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Senin (04/05/2026).

Newsnow.id, Batam – Jurnalis, aktivis, hingga masyarakat sipil di Batam menggelar aksi memperingati World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia, Senin (04/05/2026).

Aksi diawali dengan orasi di depan pintu masuk Gedung DPRD Batam lalu dilanjutkan ke depan Kantor Wali Kota Batam yang hanya terpisah Jalan Engku Putri.

Pantauan di lokasi, massa membawa perlengkapan aksi seperti poster dan spanduk yang memuat tulisan mengekspresikan perjuangan atas pers yang bebas dari intervensi apapun, serta mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras kepada aktivis Andrie Yunus.

Aksi massa ini mengusung tema “Lawan Pembungkaman Pers Gaya Baru-Hentikan Swasensor” yang disampaikan lewat orasi, musikalisasi puisi, aksi teatrikal, dan pernyataan sikap bersama.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam, Yogi Eka Sahputra dalam orasinya menyinggung masih ada kasus di Batam terkait pers yang dibawa ke ranah kepolisian.

Lihat Juga |  ASDP Batam Terapkan Buffer Zone-Sistem Berlapis di Pelabuhan Telaga Punggur

“Main lapor ke kepolisian, itu tidak masuk dalam aturan yang kita pahami dalam jurnalistik. Seharusnya setiap sengketa pers dibawa ke Dewan Pers, bukan ke kantor polisi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk pembungkaman terhadap pers, baik secara fisik maupun nonfisik.

Sementara aksi teatrikal yang dipertunjukkan, meyampaikan bagaimana pihak berkuasa mengekang pers yang kritis.

Kemudian ditampilkanjuga musikalisasi puisi oleh aktivis dari NGO Akar Bhumi Indonesia (ABI).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, Muhammad Khafi Anshary menyoroti bagaimana kebebeasan pers yang terlihat gagah di slogan, namun rapuh dalam implementasi di lapangan.

“Para penguasa juga mengabaikan, kami ini hanya penyampai suara masyarakat, bukan musuh dari penguasa,” ujarnya.

Lihat Juga |  Bapanas Gelontorkan 210 Ribu Ton Beras Bagi 21.353 KPM

Aksi ini diikuti juga oleh wartawan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ), Lembaga Bantuan Hukum Mahasiswa (LBH MK), dan lainnya.

Aksi Massa Perdana dalam Tiga Bulan Terakhir

Catatan Newsnow.id, unjuk rasa yang diinisiasi oleh jurnalis ini adalah aksi massa perdana yang baru digelar lagi dalam tiga bulan terakhir di depan kantor pemerintahan.

Melihat kondisi ini, AJI Batam mengingatkan kembali kepada masyarakat Batam kebebasan berekspresi harus tetap dijaga.

“Ekspresi itu bisa disampaikan. Jangan sampai ketika mau berekspresi kemudian ada intimidasi, aksi-aksi di jalan tidak ada lagi. Jadi kita mau menunjukkan bahwasanya Kota Batam, atau Provinsi Kepri masih bisa menjaga kita untuk menyampaikan ekspresi,” pesan Yogi.

“Jangan takut untuk menyampaikan ekspresi di depan publik. AJI, Aliansi Jurnalis Independen Kota Batam akan selalu membantu kawan-kawan yang ingin menyampaikan ekspresi dan akan kita lindungi bersama-sama,” tambahnya.

Lihat Juga |  OTT Bertubi-tubi, Indeks Korupsi Indonesia Tetap Anjlok

Sebagai informasi, kali terakhir masyarakat menggelar aksi massa di depan kantor pemerintahan adalah saat warga Tanjung Sengkuang demonstrasi soal krisis air, Kamis (22/01/2026), tiga bulan yang lalu.

Saat itu, unjuk rasa damai dilaksanakan mulai dari depan Kantor Wali Kota Batam hingga ke depan Kantor BP Batam.

Demonstrasi itu sebagaimana aksi pada umumnya. Namun situasi akhirnya menjadi panas ketika pimpinan BP Batam yang hadir, menyebut orator menyerang personal dan bahkan mempertanyakan kemurnian aksi.

Bahkan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang biasanya dirayakan dengan aksi turun ke jalan dan menyuarakan tuntutan hak, tak begitu lagi pada tahun ini di Batam. (D)

Sumber; Batamnow.com

Baca Juga

Perpanjangan UWT Ditolak, Warga Puskopkar Pertanyakan Sikap BP Batam

AJI: Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media

BP Batam Jelaskan Alasan Tolak Perpanjangan UWT Rumah Puskopkar

Menteri LH Janji Turun Tangan Tuntaskan 914 Kontainer Limbah Elektronik di Batam

Rakyat Batam Butuh Solusi, Bukan Ancaman Pulang Kampung

Editor 4/Mei/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisInternasionalPilihan RedaksiPolitik

Menteri LH Janji Turun Tangan Tuntaskan 914 Kontainer Limbah Elektronik di Batam

Editor Oleh: Editor 2/Mei/2026
Rakyat Batam Butuh Solusi, Bukan Ancaman Pulang Kampung
Proyek Pagar DPRD Batam Rp 2,6 Miliar untuk Keamanan-Citra Lembaga
Korek Pasir Disikat, 914 Kontainer Limbah Amerika ke Batam Diduga Langgar UU
AJI: Hentikan Praktik Sensor dan Swasensor pada Jurnalis dan Media
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?