Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Kebutuhan Sambungan Air Bersih di Batam Terus Meningkat
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok
18/Mei/2026
Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi
18/Mei/2026
Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam
18/Mei/2026
Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi
13/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Kebutuhan Sambungan Air Bersih di Batam Terus Meningkat

Oleh: Editor Terbit: 8/Apr/2026
Waduk Duriangkang, Badan Pengusahaan (BP) Batam pekan lalu melaporkan bahwa debit air di beberapa waduk mengalami penyusutan rata-rata 2 hingga 3 sentimeter per hari.

Newsnow.id, Batam – Kebutuhan air bersih di Kota Batam terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan investasi yang berkembang pesat. Saat ini, jumlah pelanggan air telah mencapai sekitar 342 ribu sambungan dan setiap tahun bertambah rata-rata 12 ribu pelanggan baru. ‎Kondisi ini membuat pengelolaan air tidak bisa lagi bergantung pada satu solusi semata.
‎
‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuy Sirait, menjelaskan bahwa ke depan kebutuhan air di Batam akan terus naik sehingga perlu pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
‎
‎“Ke depan, kebutuhan air di Batam memang akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan investasi. Karena itu, pendekatannya tidak bisa hanya satu solusi,” ujarnya, Rabu (8/4) siang
‎
‎Prinsip pembangunan waduk baru tetap diperlukan. Namun, kondisi geografis Batam yang memiliki keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri.

Lihat Juga |  10 Lapas di Indonesia Over Capacity Hingga 400 Persen Lebih

‎Selain itu, pembangunan waduk juga membutuhkan waktu panjang serta biaya yang tidak sedikit.
‎
‎Oleh karena itu, BP Batam mendorong strategi gabungan melalui beberapa pendekatan sekaligus.
‎
‎Pertama, optimalisasi waduk yang sudah ada, termasuk peningkatan kapasitas dan pengurangan kebocoran air.
‎
‎Kedua, pembangunan waduk baru secara selektif di lokasi yang masih memungkinkan, seperti di wilayah Pulau Galang.
‎
‎Ketiga, pemanfaatan sumber air alternatif, seperti teknologi desalinasi air laut (Sea Water Reverse Osmosis/SWRO) serta pengolahan air limbah domestik yang dikembalikan ke waduk.
‎
‎Keempat, membuka peluang kerja sama dengan daerah lain seperti Bintan dan Lingga, sepanjang memungkinkan secara teknis, ekonomi, dan regulasi.
‎
‎Selain upaya peningkatan kapasitas, tantangan lain yang dihadapi adalah kondisi daerah tangkapan air (DTA) yang berada di bawah naungan SPAM BP Batam. Kawasan ini mencakup seluruh area hutan di sekitar waduk yang berfungsi sebagai penyangga ketersediaan air.
‎
‎Pada awal tahun 2026, kondisi cuaca panas ekstrem memicu kebakaran di sejumlah wilayah DTA. Hingga 30 Maret, tercatat sekitar 51 hektare area terdampak kebakaran yang tersebar di enam lokasi waduk.
‎
‎Secara keseluruhan, terdapat sedikitnya 14 titik data kebakaran hutan dari BP Batam, mulai dari Pulau Rempang, kawasan Duriangkang dengan enam lokasi berbeda, Tembesi empat lokasi, hingga Nongsa dan Sei Harapan yang masing-masing juga mengalami kebakaran.
‎
‎Untuk mengatasi dampak tersebut, SPAM BP Batam menjalankan program rehabilitasi hutan dan reboisasi setiap tahun dengan melibatkan berbagai pihak, seperti BPDAS Sei Jang, PT ABHu, PT Ecogreen, PT TDK, serta organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan.
‎
‎Pada tahun ini, rehabilitasi hutan dilakukan di area seluas sekitar 15 hektare, khususnya pada wilayah terdampak kebakaran.
‎
‎Selain itu, reboisasi juga akan dilakukan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dengan beberapa perusahaan yang sudah mulai melakukan penjajakan untuk terlibat dalam pemulihan kawasan tersebut. (*)

Lihat Juga |  Penyelundupan 70 Ton Daging Ilegal dari Luar Negeri di Gagalkan Polda Kepri

Sumber: https://metropolis.batampos.co.id

Baca Juga

Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi

Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi

Editor 8/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?