NewsNow.id, Batam – Sulitnya mengakses aliran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perpipaan BP Batam tidak hanya dialami warga pelanggan Tanjung Sengkuang yang melakukan aksi demonstrasi pekan lalu.
Kondisi serupa juga dialami warga konsumen di sejumlah kawasan lainnya. Salah satunya dirasakan ratusan pelanggan SPAM di RT 008/RW 003 Perumahan Taman Sari Hijau, Tiban Baru.
Warga mengeluhkan aliran air minum yang hanya mengalir pada pukul 02.00 hingga 05.00 dini hari, itupun dengan debit yang sangat kecil.
Meski telah berulang kali menyampaikan aduan dan bahkan melakukan aksi demo di kantor SPAM Batam wilayah Tiban, keluhan tersebut hingga kini belum membuahkan solusi nyata.
Akibat sulitnya mengakses air melalui jaringan perpipaan, warga terpaksa mengandalkan distribusi air tangki yang dijanjikan oleh pengelola SPAM Batam sebagai solusi sementara.
Namun dalam praktiknya, layanan air tangki tersebut juga dinilai jauh dari harapan. Warga mengaku, meski sudah memesan air tangki dan memperoleh tiket pengantaran melalui sistem resmi SPAM Batam, air yang dijanjikan kerap tidak kunjung datang.
Upaya menghubungi call center SPAM Batam pun tidak membuahkan hasil, karena hanya dilayani oleh sistem penjawab otomatis yang justru menghabiskan pulsa pelanggan.
“Mohon tunggu beberapa saat, Anda akan terhubung dengan petugas Call Centre kami. Dan mohon jangan tutup browser/layanan chat ini sampai petugas kami melayani Anda,” demikian jawaban robot sebagaimana ditirukan warga.
Melihat kondisi tersebut, warga Tiban berencana melakukan aksi demonstrasi ke kantor BP Batam dalam waktu dekat.
Rencana itu dibenarkan oleh tokoh masyarakat Tiban, Rasmen Simamora SH MH, yang juga berprofesi sebagai advokat.
“Kami sudah merencanakan aksi demo ke kantor BP Batam. Kami sudah puas hanya diberi janji-janji,” ujar Rasmen.
Menurutnya, persoalan air minum di Perumahan Taman Sari Hijau telah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun.
Warga bahkan telah mengusulkan agar pemasangan pipa air dilakukan dari wilayah Kampus ITEBA yang bersebelahan dengan Perumahan Tiban Ayu, yang posisinya lebih tinggi dari Perumahan Taman Sari Hijau RT 008/RW 003.
“Namun pihak ABHi tidak pernah peduli dengan keluhan tersebut dan tidak menghadirkan solusi nyata untuk melayani warga sebagai konsumen,” kata Rasmen.
Ia juga menyesalkan pelayanan buruk operasional SPAM oleh PT Air Batam Hilir (ABHi), yang kerap menyarankan warga untuk memesan air tangki jika mengalami kesulitan aliran perpipaan..
Namun meski sudah melakukan pemesanan dan menerima tiket pengantaran, air tangki yang ditunggu-tunggu sering kali tidak datang.
Air Tangki Berpotensi Picu Selisih Paham Antarwarga
Ketidakmampuan distribusi air tangki secara merata juga memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku mulai resah karena adanya ketimpangan pelayanan.
Dijelaskan warga, ada pelanggan yang sudah lebih dahulu memesan air namun tidak mendapatkan pasokan, sementara warga lain yang memesan belakangan justru menerima air lebih dulu.
Kondisi yang memicu selisih paham antarwarga.
Rasmen menegaskan, apabila kondisi tersebut terus berlarut dan tidak ada tindakan konkret dari pihak terkait, warga akan menempuh langkah hukum.
“Warga akan melakukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap instansi pemerintah atau swasta yang bertanggung jawab atas pelayanan air minum perpipaan ini. Warga sudah terlalu lama dirugikan, baik secara materil maupun immateril,” tegas Rasmen. (P/Red)
Sumber : Batamnow.com

