Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Pengusaha Nakal Impor Beras di Batam akan di Tindak Tegas
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
11/Jun/2026
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
11/Jun/2026
Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin
11/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
11/Jun/2026
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
11/Jun/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Pengusaha Nakal Impor Beras di Batam akan di Tindak Tegas

Oleh: Editor Terbit: 20/Jan/2026
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman. Int

NewsNow.id, Batam – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menyatakan akan menindak tegas pengusaha nakal di Batam yang melakukan impor beras meski Indonesia telah swasembada.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan kedaulatan pangan.

“Kita setengah mati berjuang untuk berdaulat pangan, untuk swasembada pangan. Mereka mengkhianati perjuangan kita. Itu ditindak tegas. Nggak ada kompromi bagi mereka. Kami sudah turun tadi ke lapangan. Nggak boleh impor beras, kita sudah sesembada. Stok kita melimpah,” kata Amran menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Aston, Batam, Senin (19/01/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai memberikan arahan kepada seluruh bupati se-Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Aston.

Ia juga menjelaskan soal tingginya harga beras seperti di Kota Batam yang beberapa waktu ini telah menembus harga eceran tertinggi (HET).

Lihat Juga |  PDI-P Resmi Usung Ganjar Pranowo Capres di Pilpres 2024

“Itu harga karena distribusi,” ucap Amran.

Ia menegaskan bahwa stok beras masih banyak, dan tak seperti biasanya kini beras bukan penyumbang inflasi.

“Bukan beras penyumbang inflasi. Saya ulangi, bukan beras penyumbang inflasi yang biasanya penyumbang inflasi tertinggi. Coba cek. Jadi, kita menggunakan data. Jangan menggunakan perasaan. Kok ada yang naik? Iya. Tetapi sekarang kita stok kita banyak,” ungkap Amran.

Ia juga menyoroti kejanggalan distribusi di Kepulauan Riau, di mana Tanjungpinang yang tidak memiliki lahan sawah malah mengirim beras ke Sumatera Selatan yang berlebih stok beras.

“Padahal Palembang surplus 1,1 juta. Saya ulangi, yang tidak punya beras mengirim beras ke yang banyak beras. Menurut Anda bagaimana?” ujarnya.

Mentan Ajak Distributor Cintai Produk Dalam Negeri

Menanggapi keluhan distributor di Batam terkait margin dan kualitas beras Bulog yang didatangkan dari Sulawesi, Amran mengajak semua pihak untuk mencintai produk dalam negeri.

Lihat Juga |  Peradi-Sabah Law Society Kerja Sama Kawal Investasi di IKN

“Eh jangan cerita kualitas, itu beras anak negeri. Oke, beritahu mereka: kamu cintai Merah Putih. Sampaikan ya, cintai Merah Putih. Ini adalah kita ingin berdaulat pangan,” kata Amran.

Dalam Setahun Tercapai Swasembada Pangan

Mentan menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Dari target empat tahun, swasembada pangan berhasil dicapai hanya dalam setahun. Ke depan, pemerintah akan memfokuskan kebijakan pada hilirisasi komoditas pertanian bernilai tinggi.

Amran mengapresiasi dukungan para kepala daerah yang dinilai berperan besar dalam percepatan pencapaian swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah karena supportnya bupati wali kota se-Indonesia sehingga swasembada dicapai dalam waktu 1 tahun,” ujarnya.

Lihat Juga |  Perkara Sabu Hampir 2 Ton, 4 WNI dan 2 WNA Dituntut Hukuman Mati

Menurut Amran, pemerintah kini akan memprioritaskan hilirisasi komoditas pertanian yang memiliki permintaan tinggi di pasar global guna meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita lakukan hilirisasi untuk meningkatkan pendapatan petani kita, terutama sektor yang demand-nya tinggi tingkat dunia. Kelapa, kemudian kakao, mente, dan seterusnya,” jelasnya.

Amran juga menegaskan kesiapan pemerintah untuk turun secara total dalam menangani daerah terdampak bencana, sesuai arahan Presiden.

“Kami paham bagaimana kesulitan saudara-saudara kita. Sejak awal, Kementerian Pertanian peduli, itu mengirim bantuan itu kurang lebih Rp 75 miliar. Itu pribadi pegawai kementerian bersama mitra. Kemudian kami sebagai Kepala BaPenas, sudah mengirim ke tiga provinsi Rp 1,2 triliun atas perintah Bapak Presiden. Insya Allah pangan kami siapkan tiga kali lipat di tempat bencana,” tukasnya. (H)

Sumber : BatamNow.com

Baca Juga

Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM

Perbaikan Pipa DN 800mm Belum Rampung hingga Siang Ini, Setelah Bocor Lagi Kemarin

PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang

Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.

Editor 20/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan RedaksiPolitik

Sidang Kasus Kematian LC di Batam: Saksi Sebut Ada Video Rekayasa Sebelum Korban Dianiaya

Editor Oleh: Editor 9/Jun/2026
PT ABHi Pastikan Pipa DN 800mm Kembali Bocor, Hingga Sore Belum Dapat Diperbaiki Masih Tergenang
Sosialisasi ORADO Indonesia di SMP Negeri 30 Batam Berlangsung Meriah, Ribuan Siswa Antusias Ikuti Edukasi, Rizki Faisal:Dukung Penuh.
Diduga Masalah Keluarga, Pelajar SMP di Nongsa Ditemukan Tewas Gantung Diri
Butuh Modal Cepat? Gadai Emas BRK Syariah Jadi Andalan Pelaku UMKM
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?