Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Cerita Kecerdasan Buatan Bikin Banyak Kesalahan saat Gantikan Jurnalis Tulis Berita
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Wanita di Batam Mengaku Kavelingnya Dicaplok dan Diintimidasi
21/Apr/2026
Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?
21/Apr/2026
Meteran Air Warga Punggur, Kecamatan Nongsa Hilang
21/Apr/2026
Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan
20/Apr/2026
Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
20/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Cerita Kecerdasan Buatan Bikin Banyak Kesalahan saat Gantikan Jurnalis Tulis Berita

Oleh: redaksi Terbit: 2/Feb/2023
Ilustrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence). [Foto: net]

NewsNow.id – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menulis artikel ternyata tak berjalan mulus. Banyak kesalahan yang dibuatnya sehingga harus dikoreksi secara manual.

Hal tersebut dialami media teknologi asal Amerika Serikat (AS), CNET. Dilansir Futurism, CNET diam-diam mempekerjakan AI untuk menulis artikel penjelasan soal finansial, yang dimulai pada November tahun lalu.

Penerapan AI itu pertama kali dideteksi oleh pakar pemasaran daring, Gael Breton. Artikel-artikel tersebut ditulis atas nama CNET Money Staff dan mencakup beragam topik seperti “Apa itu Zelle dan bagaimana cara kerjanya?”

Pembaca boleh jadi tidak menyadari artikel itu buatan AI. Mereka baru akan diberitahu jika mengklik tulisan CNET Money Staff.

Lihat Juga |  RKUHP Terbaru: Hina DPR dan Polri Bisa Dipenjara 1,5 Tahun

“Artikel ini dihasilkan lewat teknologi automatisasi,” dilanjutkan dengan penjelasan, “diedit secara sistematis dan pengecekan fakta oleh editor dan staf editorial kami”.

Sejak program tersebut, AI di CNET telah menghasilkan sekitar 77 artikel. CNET sendiri tidak terang-terangan mengenai eksperimen tersebut karena ingin programnya berjalan serahasia mungkin.

Akan tetapi, melansir CNN, CNET pada akhir Januari mengakui beberapa artikel yang dibuat AI mengandung kesalahan “substansial”. CNET pun menghentikan sementara penggunaan AI untuk menulis berita.

“Kami mengidentifikasi artikel tambahan yang membutuhkan koreksi, dengan beberapa di antaranya membutuhkan koreksi substansial, sedangkan yang lainnya terdapat kesalaha kecil seperti nama perusahaan yang tak lengkap, atau bahasa yang dinilai editor senior sebagai tak jelas,” kata Pemimpin Redaksi Connie Guglielmo dalam artikelnya.

Lihat Juga |  Ferdy Sambo Jawab Kamaruddin Simanjuntak Soal Judi Online, Narkoba & Penyidik Berpihak

Ia mengungkap 77 artikel produksi AI itu hanya 1 persen dari total konten yang dipublikasikan di CNET.

Menurut Guglielmo, pengaplikasian AI itu merupakan proyek “pengujian” di tim CNET Money “untuk membantu editor menciptakan serangkaian penjelasan dasar soal topik layanan finansial”.

Lebih lanjut, Guglielmo mengungkapkan, AI yang dipakai CNET bukanlah ChatGPT melainkan “AI yang didesain oleh tim internal”. Guglielmo pun menjelaskan prosedur koreksi yang dibuat para editor terhadap artikel AI tersebut.

“Editor pertama-tama menghasilkan garis besar artikelnya, kemudian meluaskannya, menambahkan dan mengedit draf dari AI sebelum mempublikasikannya.

“Setelah salah satu cerita yang dibantu AI dikutip, untuk kesalahan faktual, tim editorial CNET Money melakukan audit penuh,” tulisnya.

Lihat Juga |  Pimpin Peradi Bandung, Ali Nurdin Ajak Advokat Potensial Masuk Kepengurusan

Terlepas dari sejumlah masalah, Guglielmo mengungkapkan CNET tidak akan berhenti menggunakan AI. “Kami hanya rehat dan akan memulai lagi penggunaan AI ketika kami percaya alat tersebut dan proses editorial kami akan mencegah kesalahan manusia dan AI,” kata dia. (*)

Baca Juga

Pemerintah Ingatkan Warga Batam, Cermati Status Lahan

Azhari Hamid Kritisi SPPB Bea Cukai Batam atas Kontainer Limbah Elektronik Asal AS

Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor

Gagal Operasikan RSBP, Mayapada Hospital di KEK Sekupang Tak Kunjung Dibangun

Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang

Sumber: CNNIndonesia.com
redaksi 2/Feb/2023
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Hukum & KriminalPeristiwaPilihan Redaksi

Pelaku Utama Tewasnya Bripda Natanael, Bripda AS Dijerat Pasal Penganiayaan

Editor Oleh: Editor 17/Apr/2026
Bripda Natanael Simanungkalit Dimakamkan Secara Kedinasan
Pejabat Negara Terkaya di Kepri, Kekayaan Cen Sui Lan “Boncos” dari Rp 293 M ke Rp 19,8 M
Disebut Air Bersih, Ditagih Tarif Air Minum: Publik Minta BP Batam Tinjau Ulang
Bahan bakar minyak (BBM) naik harga, nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?