Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Gedung Kargo Baru Tak Dapat Dioperasikan
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Ombudsman Kepri: Miris, Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Sejak 2022
27/Apr/2026
Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT
27/Apr/2026
“Kawan Lama Batam Menghilang ke Mana?”
27/Apr/2026
Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114
27/Apr/2026
Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai
27/Apr/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Gedung Kargo Baru Tak Dapat Dioperasikan

Oleh: Editor Terbit: 27/Apr/2026
Bandara Hang Nadim Batam

Newsnow.id, Batam – Konsistensi dan kapasitas pengembangkan Bandara Hang Nadim sebagai hub internasional kembali dipertanyakan.

Alih-alih merealisasikan proyek besar Terminal 2 senilai Rp 2,9 triliun, fasilitas penunjang berupa gedung kargo baru senilai Rp 166 miliar yang telah rampung sejak 2022 justru tak kunjung dioperasikan hingga kini.

Gedung kargo tersebut sejatinya disiapkan untuk menggantikan fasilitas lama yang akan dibongkar karena masuk dalam kawasan pengembangan Terminal 2.

Namun faktanya, gedung kargo lama masih bertahan, sementara gedung baru justru tak berfungsi—sebuah ironi dalam perencanaan proyek strategis.

Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), aset BP Batam tersebut masih tercatat sebagai fasilitas yang tidak dimanfaatkan, meski telah selesai dibangun dengan anggaran besar.

Lihat Juga |  KPU Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sebanyak 204.807.222 Pemilih

Lima Tahun Fasilitas Belum Lengkap

Ironisnya, persoalan utama bukan pada bangunan fisik, melainkan pada ketiadaan fasilitas operasional dasar seperti mesin X-ray, alat deteksi bahan berbahaya, hingga sistem logistik pendukung.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya perencanaan: infrastruktur megah dibangun lebih dulu, sementara perangkat vital justru diabaikan. Proyek berjalan, tetapi fungsinya tertinggal.

Tarik Menarik Kewenangan

Pengelolaan bandara kini berada di bawah PT Bandara Internasional Batam (BIB) sejak 2022 dengan masa konsesi 25 tahun.

Perusahaan ini merupakan konsorsium yang melibatkan PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation bersama PT Wijaya Karya (WIKA) yang merupakan BUMN.

Namun di tengah ambisi besar tersebut, pengoperasian gedung kargo justru terjebak dalam tarik-menarik kewenangan.

Lihat Juga |  Polresta Barelang Siapkan Pos Pelayanan di Pelabuhan, Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

PT BIB menyatakan tidak dapat mengoperasikan gedung tanpa fasilitas lengkap, sementara BP Batam masih berkutat pada skema kompensasi melalui konsesi.

Akibatnya, aset bernilai ratusan miliar itu terus menganggur tanpa kepastian.

Dampaknya jelas: potensi pendapatan hilang, sementara biaya pemeliharaan tetap berjalan.

Ini bukan sekadar keterlambatan, melainkan indikasi lemahnya sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan proyek strategis.

Sejak mulai beroperasi pada 1990-an, pengembangan bandara ini belum menunjukkan lompatan signifikan, meski telah melibatkan mitra internasional.

Setelah lebih dari tiga dekade, ambisi menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai pusat logistik regional masih berkutat di level wacana.

Bagian dalam terminal kargo baru Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Isu efektivitas pengelolaan hingga wacana evaluasi konsesi pun terus mencuat, seiring belum optimalnya fungsi fasilitas strategis seperti gedung kargo baru.

Lihat Juga |  Training Leading Sales Team & Fundamental Funding Officer

Bandara ini bahkan sempat diterpa isu pengambilalihan kembali oleh BP Batam. Namun hingga kini, persoalan mendasar—termasuk pengoperasian gudang kargo—tak kunjung terselesaikan. Ambisi besar masih berjalan di tempat. (A/Red)

Baca Juga

Ombudsman Kepri: Miris, Kargo Baru Hang Nadim Belum Difungsikan Sejak 2022

Taba Iskandar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Bebaskan UWT

“Kawan Lama Batam Menghilang ke Mana?”

Harga Lelang Turun, Kejagung Gelar Lelang Kedua Minyak MT Arman 114

Nasib 5.635 PPPK Terancam, Pemprov Kepri Kaji Efisiensi Belanja Pegawai

Editor 27/Apr/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
Ekonomi & BisnisInternasionalPilihan RedaksiPolitik

Royal Bintan Heritage Terkendala, Direktur PT ANP Harap Dukungan Pemkab untuk Kawasan Strategis Nasional

Editor Oleh: Editor 22/Apr/2026
Meteran Air Warga Punggur, Kecamatan Nongsa Hilang
Wanita di Batam Mengaku Kavelingnya Dicaplok dan Diintimidasi
Meter Air Pelanggan SPAM Raib Massal di Nongsa, Pencurian Biasa atau Ada Modus?
Demi Percepatan Investasi Kawasan Strategis Nasional, Royal Bintan Heritage Sempat Beroperasi Sebelum Dihentikan Sementara
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?