Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
Reading: Warga Tanjung Sengkuang: Kami Butuh Air, Bukan Janji
Notifikasi Lainnya
Terbaru
Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS
18/Mei/2026
Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok
18/Mei/2026
Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi
18/Mei/2026
Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam
18/Mei/2026
Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi
13/Mei/2026
Indonesia News Now (NewsNow.ID)
  • Pilihan Redaksi
  • Ekonomi & Bisnis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Humaniora
  • Kategori
    • Pilihan Redaksi
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Peristiwa
    • Humaniora
  • Berita Disimpan
  • Pers Indonesia
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
Ikuti Kami

Warga Tanjung Sengkuang: Kami Butuh Air, Bukan Janji

Oleh: Editor Terbit: 23/Jan/2026
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait berbicara kepada warga Tanjung Sengkuang yang berdemonstrasi di luar Kantor BP Batam, Kamis (22/01/2026).

Newsnow.id, Batam – Persoalan krisis air warga di Tanjung Uma, tak mendapat respons baik dari para konsumen SPAM yang berdemo pada hari ini, Kamis (22/01/2026). Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menjawab beberapa rencana (planning).

Selain rencana mengirim armada truk tangki air, ia juga menyampaikan akan mengawal proses tendeer pelaksanaan proyek untuk perbaikan distribusi air perpipaan ke pemukiman warga di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar itu.

“Sebagaimana tadi telah dikemukakan oleh bapak Kepala BP Batam, kami akan mengawal proses tender untuk pelaksanaan proyek ke Sengkuang. Yang kedua, kami akan mengawal juga mengenai truk-truk tangki air yang akan membantu bapak dan ibu,” jelas Ariastuty dari balik pagar kantor BP Batam yang memisahkannya dengan warga di luar.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan RT, RW, dan lurah setempat, untuk memastikan suplai menggunakan truk air dapat terdistribusi merata ke rumah warga Tanjung Sengkuang.

Lihat Juga |  DPR Ramai-ramai Cecar Menteri KKP soal Aturan Ekspor Pasir Laut

“Kami akan melakukan hal-hal tadi dan kami harap bapak dan ibu dapat juga mendukung segala pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah untuk bisa mengalirkan air ke tempat bapak dan ibu yaitu Tanjung Sengguang. Jadi pada saat ini kami persilakan bapak dan ibu untuk meninggalkan tempat,” kata Ariastuty, lalu meninggalkan lokasi.

Hamim Masri, perwakilan warga yang berdiri di atas mobil komando, memberi respons dan meminta Ariastuty tak langsung pergi meninggalkan mereka.

Saya jawab, ibu. ibu, jangan pergi dulu. Ibu, dengarkan kami. Ibu!” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa narasi Ariastuty itu sudah berulang kali disampaikan dan belum menjawab persoalan air untuk warga Tanjung Sengkuang.

“Berulang kali ibu mengatakan seperti itu? Itu bukan suatu solusi. Yang saya tahu adanya, di warga kami malah jadi ribut gara-gara air yang tidak transparan seperti ini. Kami request tiap hari, tapi yang datang cuma berapa. Kemarin datang, akhirnya apa? Mau berkelahi warga kami,” ungkapnya.

Lihat Juga |  SPBU Curang di Batam Belum Disanksi, Pertamina: Masih Tunggu BAP dari Disperindag

Ia pun menyayangkan hanya janji ke janji yang disampaikan Ariastuty.

Ibu sudah berapa kali ketemu kami, cuma bisa janji-janji.

“Masalah ibu mau kawal itu masalah lelang, mau apa, bukan urusan kami. Kami butuh air mengalir, karena kami bayar tiap bulan. Itu yang saya harus ibu camkan, bukan bicara seperti itu. Planning kerja silakan ibu lakukan. Kami butuh air, bukan butuh janji,” tegasnya.

“Masjid kami berapa kali beli air. Kami minta untuk ini, untuk request. Punya hati nurani tidak? Jangan cuma bisa planning, datang audiens ke warga cuma untuk laporan ke pusat bahwa sudah melakukan audiens,” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi krisis air ini harus segera diselesaikan apalagi sudah mendekati bulan suci Ramadan.

“Bentar lagi bulan puasa, Ramadan. Ada nggak terpikir? Tandon tidak bisa menyelesaikan masalah. Air tangki tidak menyelesaikan masalah. Menambah masalah, jadi rebutan warga. Ibu jangan cuma bicara begitu-begitu saja,” ujarnya.

Lihat Juga |  Hidupkan Kembali Pariwisata, Hong Kong Tebar 135 Ribu Tiket Pesawat PP Gratis untuk Warga ASEAN

Hamim merasa heran karena air perpipaan bisa mengalir di malam hari, namun tidak di siang hari. Dan kondisi ini setelah penyelenggaraan SPAM ditangani BP Batam dengan mitranya.

“Dulu ATB, jalan semua, tidak ada masalah. Pernah mati, tapi bisa terselesaikan. Kami sudah terlalu lama menunggu. Bapak berkunjung, ibu berkunjung, cuma audiens. Jadi difoto, kirim, bahwa sudah audiens dengan warga,” tukasnya.

Sebagai perangkat RW, Hamim khawatir persoalan air yang menjadi kebutuhan vital ini dapat menimbulkan ekses yang lebih ekstrem lagi bagi masyarakat.

“Apa perlu ada nanti sampai mati bunuh-bunuhan gara-gara air? Air ini sangat krusial. Memang bisa dijanjikan akan kami kirim berapa armada per hari. Nyatanya apa? Coba di lapangan. Kalau nggak pak Amsakar, bu Li Claudia, ayo tidur di tempat kami biar bisa merasakan,” terangnya. (D)

Sumber : Batamnow.com

Baca Juga

Sebelum Akhir Juni 2026; Ahli Ekonomi Sebut Rupiah Bisa Sentuh Rp20 Ribu per Dolar AS

Bea Cukai Arab Saudi Bongkar Koper Jemaah Haji Indonesia, Isinya 100 Slop Rokok

Status Tanah HGB di Atas Tanah HPL: Dilema Hak Konstitusional Warga Vs Kepentingan Investasi

Keluar Mobil Tahanan, Wilson Lukman “Diserbu” Keluarga Korban Pembunuhan di Batam

Protes Air Mati dan Keruh, Warga Pesona Bukit Laguna Datangi Kantor PT ABHi

Editor 23/Jan/2026
Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending News
- Advertisement -
Ad imageAd image

© 2022-2024 NewsNow.ID. All Rights Reserved.

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?